RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Minggu, 30 September 2012

Mama Cake Day


Halo blog, maaf aku sudah mangkir. Harusnya aku posting ini beberapa minggu yang lalu.

Sabtu 15 September 2012.
Sudah seminggu perkuliahan dimulai lagi pasca libur semester, saatnya menginjak ke semester 3. Ya, aktifitas padat akan dimulai lagi (kerja dan kuliah).
Sepulang kuliah jam setengah 4 sore, Windy dan Rafles mengajak aku  (yang sedang merasa random  dengan hati dan pikiran mengenai  akhir-akhir ini) pergi nonton ke Metropolis Mal yang persis berada disamping kampus. Hmmm.... tumben-tumbenan ini anak ngajakin nonton, malem minggu pula. Yowes, dari pada aku bengong galau di kosan (karna ga pulang ke Bogor) akhirnya aku terima deh ajakan mereka.
Ada 1 masalah. Hmm..sebenernya sih bukan masalah ya, Cuma kitanya aja yang dibikin ribet hehe. Windy itu bawa motor, sementara aku dan Rafles ga. Aku sih ga mau ambil pusing, pikirku yah sudah aku dan Rafles jalan kaki kemudian Windy naik motor. Tapi Windy berkata lain, ia bilang bahwa lebih baik kita naik motor bertiga? WEW??!! O_0..... Kelakuannya bocah ada-ada aja. Nah, yang benar-benar masalah adalah aku dan Rafles mengenakan rok!! Dan sama-sama tidak pakai celana panjang lagi di dalem. Weleh-weleh... Aku asal ceplos aja, “Yaudah, Rafles belakang, Windy tengah, gue di depan deh. Tapi Windy yang bawa, gue kan ga bisa bawa motor” (dengan nada bercanda yang super banyol). Eh ternyata Windy mengiyakan dan mendesak aku, otomatis Rafles juga ngikutin (aniaya terselubung :D) –nasib =,=..
Akhirnya bertiga naik motor deh ke Metropolis Mal (pelanggaran lalulintas sekaligus penganiayaan diriku). Ya, aku benar-benar naik motor posisinya di depan, windy di tengah dan Rafles di belakang. Karena aku ga bisa mengendarai motor, jadi Windy yang mengendarai dengan posisii di tengah itu. Hihihihi.... Sumpah, malu banget kita! Khususnya aku. Karna aku posisinya seperti anak kecil. XD (aku dipaksa nunduk senunduk-nunduknya)...malu bangeeeet hahaha konyol.
Begitu melewati halte kampus, aku pura-pura berpaling sambil berusaha menutupi wajah dengan bawahan  kerudung.. (berharap ga ada yang kenal). Kita bertiga sepanjang jalan tertawa cekakakan.. :D
Sesampainya di mal, kami langsung liat-liat film apa yang sedang tayang. Lalu film Mama Cake deh yang kami pilih...^^. Kami memilih tempat duduk E10,E11,dan E12. Nah, filmnya mulai jam 18.00 itu kan waktunya sholat. Windy dan Rafles pergi sholat, sementara kebetulan aku sedang tidak sholat. Jadi aku masuk bioskop duluann deh.

*Masuk bioskop
Wuaduh gelap. Mana sendiri lagi. Hmm..mau tanya orang malu, kursi E10 yang mana sih =,=? Wah semua orang udah duduk, aku bingung. Ya sudah duduk yang barisan sepi, berharap ini kursi ga ada yang pesen alias kosong..hehehe.. (ndeso banget deh +_+)...
*Kirim message ke Windy
Win, kalo udah mau masuk bioskop sms ya. Soalnya gue ga tau kursi yang mana, jadi asal duduk deh hehehe.. XD
5 menit kemudian mereka berdua muncul dari balik pintu masuk, lalu menghapiri ku (ternyata mereka malah ikutan duduk samping ku). Dalam hati aku berharap semoga kursi ini ga ada yang punya hehe :p.
*Film Mama Cake
Wew mantab editing film nya! Yang aku heran, setiap warna rumput dan pohon pasti terlihat biru bukan hijau. Unik. Jalan ceritanya ga terduga, ga bisa ditebak, lucu banget, ada adegan tentang pergaulan remaja zaman sekarang yang sudah ga karuan tapi itu semua di akhiri dengan indahnya agama islam, yaitu sadar dan sholat. Pokoknya 5 unsur jadi 1. Film ini menceritakan tentang Raka(Omesh) yang disuruh bapaknya (Rudi Salam) pergi membeli brownies kukus Mama Cake asli Bandung untuk memenuhi permintaan neneknya (Hj. Nanai Wijaya), lalu menyajak 2 temannya Willy (Boy William) dan Rio (Arie Dagienkz).
*Sinopsis
Raka, Willy, dan Rio ke Bandung hanya untuk membeli Brownies Kukus Mama Cake pesanan ayah Raka. Ayah mengharuskan Raka karena amanah dari nenek Raka yang sakit parah dan ingin Brownies kukus Mama Cake itu.
Di tengah perjalanan Raka yang menyetir mobil tak sengaja menabrak pria gondrong yang menyebrang jalan.Ternyata sosok yang ditabrak itu punya kelebihan. Ia tak luka atau cedera, ia baik hati dan suka mengingatkan. Kemudian mereka mengalami musibah. Mobil hilang saat Raka dan Willy mencari ponsel yang jatuh. Mereka dikuasai amarah dan berpencar.
Dalam petualangan mereka selama berpisah, Raka bolak balik beli brownies kukus Mama Cake, karena setelah beli pasti ada musibah. Rio menemukan pembelajaran dari sosok misterius, serta Willy terus saja berpetualang mencari cewek. Mereka menemui hal yang menyadarkan pribadi mereka.
Sayang, brownies Mama Cake tak sempat dicicipi nenek Raka, yang keburu meninggal. Raka baru sadar bahwa pesan neneknya bukan sekedar ingin makanan itu saja, namun ingin Ayah Raka bersatu kembali dengan Ibu Raka yang sudah lama bercerai, Ibu Raka adalah pemilik usaha Toko Kue Mama Cake itu.
*Ending
Ending film Mama Cske bikin aku terharu alias nangis....(weheheh windy sama Rafles bilang sih aku lebay). Bukan lebay, tapi aku terlalu masuk ke dalam ceritanya, dramatis.
Raka masuk ke kamar neneknya yang berada di lantai 3, tapi terlambat. Kamar itu sudah rapi. Pikir Raka, ini sudah terlambat, ia telah gagal memenuhi permintaan terakhir neneknya membeli brownies Mama Cake. Dengan lemas dan sedih, Raka  pergi menuju ruang tunggu lantai 3 rumah sakit. Raka kaget melihat neneknya segar bugar, tapi neneknya bilang itu pura-pura karena ingin melihat cucunya yang sudah lama tidak mengunjunginya. Neneknya memeluk Raka dan mencubitnya, candaan seperti sudah lama sekali tak bertemu dan akan lama sekali tak bertemu. Nenek meminta brownies Mama Cake yang dipesannya ke Raka, ia makan dengan lahapnya hingga sepertiga brownies yang ada di dus habis. Raka berpaling dan tersenyum, saat berbalik berbicara kepada neneknya, ia menghilang.
Raka seperti sesaat tak tersadar. Raka melihat papan bertuliskan lantai 2. Hah? Padahal tadi ia merasa ada di lantai 3. Lalu ia buru-buru ke lift dan bertemu sepupunya  (Herichan),  sepupunya malah ngomel  Raka kemana saja. Raka masih bingung.
Saat menuju kamar neneknya, di depan kamar  sudah ada banyak keluarga dengan raut wajah yang sedih. Raka membuka pintu, dan melihat neneknya sudah lemas ditutup selimut putih. Neneknya telah tiada. Raka pun lemas menjatuhkan brownies Mama Cake yang merupakan amanat terakhir. Saat jatuh, tutup pembungkus brownies terbuka dan brownies benar-benar terlihat tidak utuh. Ya, seperti sebelumnya, yaitu masih ada bekas makan neneknya. Ya ampun, berarti tadi neneknya benar makan (rohnya kali ya?). Raka tersenyum menatap nenek kesayangannya. :”) .... (uhhh sedih banget).
Everything happens for the reason...
Little big bite for a bigger soul... J

Pemain:
Pemeran Utama
Ananda Omesh Sebagai  Raka
Arie Dagienkz Sebagai  Rio
Boy William Sebagai  Willy
Pemeran Pembantu
Dinda Kanya Dewi Sebagai  Mawar
Renata Kusmanto Sebagai  Loly

Komentar Boy William, berperan sebagai Willy.

"Dalam Mama Cake, Gue berperan sebagai Willy. Cowok keren 23 tahun, playboy dan suka ngomong inggris. Baru pertama kali main film tapi bisa belajar akting langsung dari Mas Anggy sebagai director-nya."
"Adegan yang paling berkesan buat gue adalah saat Willy harus minta maaf sama Loly dan Rakha yang menuntut gue harus mengeluarkan air mata."
"Satu lagi adegan lucu yang ga bisa gue lupain adalah saat sholat. Waktu takhiyat, gue berusaha untuk ga gelinding jatuh karena posisi duduknya agak susah."

wkwkwkwk ngakak aku XD



 



6 komentar:

Popular Posts

DwieLovasket. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright 2009 .:dwi lovasket:. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Ezwpthemes